Informasi PPDB Tahun Ajaran 2017/2018


Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Masjid Syuhada (SMP IT Masjid Syuhada) Yogyakarta secara resmi berdiri pada tanggal 25 Maret 2004 seiring dengan adanya SK dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Yogyakarta Nomor 188/853 tahun 2004.

SMP IT Masjid Syuhada menyelenggarakan pendidikan formal dengan kurikulum terintegrasi antara Kurikulum Pendidikan Nasional dan Kurikulum Pendidikan Agama Islam serta terakreditasi “A”. Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah SMP IT Masjid Syuhada telah mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan dengan raihan berbagai prestasi akademik maupun non akademik.

Untuk tahun ajaran 2017/2018, SMP IT Masjid Syuhada kembali membuka pendaftaran siswa baru . Adapun pendaftaran di SMP IT Masjid Syuhada kali ini dibagi dalam tiga gelombang dengan rincian sebagai berikut:

 

GELOMBANG PENDAFTARAN :

Gelombang 1 : Januari – Maret 2017

Gelombang 2 : April – Mei 2017

Gelombang 3 : Juni – Juli 2017

 

SYARAT PENDAFTARAN :

1. Lulus SD dengan memiliki STK/Ijasah

2. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,00 (mulai 3 Januari 2017)

3. Mengisi Formulir Pendaftaran

4. Menyerahkan FC Ijasah dan FC SKH USBN yang dilegalisir 1 lembar (Bagi Gel 3)

5. Menyerahkan FC C1 (Kartu Keluarga) 1 lembar

6. Menyerahkan FC raport SD Kelas 4 – 6 (Bagi Gelombang 1 dan 2)

7. Menyerahkan FC Piagam Prestasi (bagi yang memiliki)

8. Mengikuti Tes penjajakan dan wawancara

9. Foto Copy Akta Kelahiran

10. Foto Berwarna 3 x 4 (2 lembar)

(*) Informasi lebih lanjut mengenai seleksi dan rincian biaya pendidikan bisa dilihat di sini. (klik tulisan berwarna biru)

Categories: Informasi Pendidikan | Tinggalkan komentar

Outbond di Wulubung Hill Kaliurang


Sepekan setelah penilaian akhir semester (PAS) dilaksanakan, tepatnya hari Selasa (13/12) SMP IT Masjid Syuhada mengadakan kegiatan outbond. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan SMP IT Masjid Syuhada yang dilaksanakan sebagai bentuk refreshing bagi siswa setelah sepekan sebelumnya berkutat dengan penilaian akhir semester.

Kegiatan outbond kali ini dilaksanakan di Wulubung Hills, jalan Malangyudo, Kaliurang Timur, Sleman. Kegiatan tersebut diikuti oleh 169 siswa kelas VII-IX dan 26 guru pendamping. Rombongan peserta outbond bertolak dari sekolah sekitar pukul 07.30 menuju lokasi dengan menggunakan 6 armada bus.

Selama kegiatan outbond berlangsung, para siswa dibagi menjadi 4 kelompok putra, dan 3 kelompok putri. Masing-masing kelompok diharuskan menyelesaikan berbagai misi permainan. Bapak Ibu guru pendamping juga ikut membuat kelompok sendiri dan mencoba berbagai wahana outbond yang disediakan di sana.

Meski dikemas dalam bentuk permainan, kegiatan outbond tidak melulu bersifat having fun atau sekedar bersenang-senang tanpa makna. Dalam kegiatan tersebut, semua peserta diharuskan mentaati sejumlah peraturan tertentu dan menyelesaikan berbagai misi dalam setiap permainan.

Jenis-jenis permainan yang ditawarkan dalam kegiatan outbond kali ini antara lain Blind Ball, Jangka Racing, Dragon Tail, Trust Fall Net, Air Bridge, Belenggu, Menara Korek Api, dan Balance Log. Setiap permainan mengkondisikan para siswa utnuk mengembangkan kecakapan sosial-emosionalnya seperti kerja sama tim, keberanian, ketangkasan, kecerdasan, dan kepercayaan terhadap rekan setim.

Koordinator acara outbond, Yunita Ika Sari Budiyati menjelaskan, siswa-siswa SMP IT Masjid Syuhada memiliki berbagai potensi kecerdasan seperti potensi kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual-spasial, sikap kritis, dan ketangkasan nalar. Kecerdasan-kecerdasan itu menurutnya, membutuhkan ruang aktualisasi tersendiri yang mana dalam hal ini bisa dikembangkan melalui kegiatan outbond tersebut.

Selain itu, kegiatan outbond juga ditujukan agar siswa dapat lebih menghormati dan menghargai orang lain, melatih tanggung jawab, melatih kerjasama, dan meningkatkan motivasi berkompetisi siswa secara positif.

Meski cuaca sedikit mendung, para siswa cukup antusias mengikuti kegiatan outbond. Sekitar pukul 13.00, kegiatan outbond telah selesai. Para peserta kemudian berkemas dan bersiap-siap kembali ke Yogyakarta.

Categories: Kegiatan | Tinggalkan komentar

Fieldtrip ke Madukismo dan Kasongan


Idealnya, proses pembelajaran tidak hanya berkutat di dalam ruang-ruang kelas. Proses pembelajaran yang kontekstual dinilai penting untuk memberikan pemahaman materi ajar yang lebih komprehensif kepada siswa. Dengan pembelajaran yang kontekstual, para siswa terlatih untuk tanggap terhadap isu dan fenomena sosial yang ada di sekitarnya. Terlebih di era globalisasi di mana keluasan pengetahuan dan informasi menjadi prasyarat penting untuk bisa bersaing di masa ini.

Karena itu, pada hari Sabtu (26/11) SMPIT Masjid Syuhada mengadakan fieldtrip (kunjungan) ke Pabrik Gula (PG) Madukismo dan pusat kerajinan gerabah di daerah Kasongan, Bantul. Kegiatan tersebut diikuti oleh 120 siswa yang terdiri dari kelas VII dan VIII. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan fieldtrip karena kebanyakan siswa belum pernah berkunjung langsung ke pabrik gula atau singgah di pusat kerajinan gerabah di Kasongan. Apalagi, kedua tempat tersebut merupakan tempat yang cukup ‘ikonik’ di Kabupaten Bantul.

madukismo-2

Suasana di dalam pabrik gula Madukismo

Di PG Madukismo, para siswa melihat proses pembuatan gula secara langsung. Jika selama ini mereka terbiasa melihat gula kemasan yang sudah jadi, di PG Madukismo para siswa bisa melihat bagaimana proses pengolahan sari pati tebu menjadi gula yang dipasarkan di toko-toko. Meski sedikit terganggu dengan aroma gula yang menyengat, para siswa tetap antusias dan menikmati kegiatan fieldtrip tersebut.

madukismo-1

Para siswa mengamati proses pengolahan tebu sebagai bahan baku gula

madukismo-3

Gula yang telah dikemas dan siap didistribusikan

Setelah berkunjung ke PG Madukismo, kegiatan fieldtrip dilanjutkan ke pusat kerajinan gerabah di Kasongan. Sebagai salah satu sentra industri kerajinan gerabah yang paling terkenal, Kasongan menyajikan berbagai varian kerajinan gerabah, mulai dari perkakas rumah tangga hingga karya seni dan hiasan bernilai jutaan rupiah. Tidak heran jika para siswa sangat menikmati kunjungannya ke Kasongan.

kasongan-1

Para siswa belajar membuat kerajinan gerabah

Di sana, para siswa menyempatkan diri untuk belajar membuat kerajinan gerabah. Para siswa juga berkesempatan membuat kerajinan gerabah sendiri dengan memanfaatkan tanah liat dan cetakan milik pengrajin. Guru-guru pendamping juga terlihat antusias mengikuti praktek langsung membuat kerajinan gerabah.

kasongan-2

Para siswa dan guru pendamping praktek langsung membuat kerajinan gerabah

kasongan-3

Beberapa kerajinan gerabah hasil karya siswa 

Meski agendanya cukup padat, kegiatan fieldtrip tersebut selesai sekitar pukul 13.30. Nita Kadarsih selaku koordinator acara, menyatakan dengan adanya fieldtrip tersebut para siswa diharapkan bisa lebih peduli dan mencintai budaya bangsa, serta memiliki pola pikir kritis dalam memandang dunia global. Tentu saja hal tersebut bisa direalisasikan dengan melatih siswa untuk peka terhadap isu dan fenomena sosial yang ada di lingkungan sekitarnya.

Categories: Kegiatan | 1 Komentar

Blog di WordPress.com.